Sampang – Berbagai upaya terus di tempuh untuk mengatasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di seluruh pelosok negeri. Pemerintah mulai tingkat pusat sampai tingkat desa sudah membentuk tim tugas penanganan virus penyakit mulut dan kuku dengan mengoptimalkan peranan TNI-POLRI beserta instansi terkait lainnya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam rangka membantu melakukan pendampingan serta pengawasan terkait penanganan PMK hewan ternak sapi.
Menindak lanjuti perintah dari Kapolri tersebut, Selasa (23/08/2022) pukul 12.00 Wib Aiptu Bustomi melaksanakan patroli Harkamtibmas guna memantau situasi Kamtibmas sekaligus mencegah berbagai gangguan Kamtibmas di masyarakat.
Saat melaksanakan patroli, Aiptu Bustomi menyempatkan mendatangi warga di Dusun Mokos Desa Banjar Billah Kecamatan Tambelangan untuk melakukan dialogis terkait situasi Kamtibmas, situasi Covid-19 dan situasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Aiptu Bustomi dan personil Polsek Tambelangan lainnya mendapatkan informasi situasi Kamtibmas di Desa Banjar Billah dalam keadaan aman kondusif. Masyarakat juga paham akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan khususnya pemakaian masker kesehatan dan vaksinasi dalam menangani Pandemi Covid-19.
Terkait penyakit mulut dan kuku, masyarakat sempat takut akan wabah tersebut karena hewan ternak khususnya sapi merupakan tabungan mereka untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.
Aiptu Bustomi menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait PMK bahwa penyakit mulut dan kuku hanya menyerang dan menular kepada hewan ruminansia saja seperti Sapi, Kuda, Kambing, Domba dan lain sebagainya.
Lebih lanjut lagi Aiptu Bustomi juga berharap kepada masyarakat dan para pemilik sapi untuk segera menghubungi petugas kesehatan hewan (Mantri hewan) apabila ternak mereka mengalami penurunan kesehatan dengan ciri-ciri seperti demam hingga 39-41 Derajat Celcius, Pembengkakan kelenjar, terutama di daerah mandibula/rahang bawah, Terdapat luka di sekitar mulut, moncong, gusi, kuku, hingga ambing atau payudara, Produksi air liur tinggi, Hewan ternak kesulitan menelan makanan, Hewan tidak mau makan, Hewan bernapas dengan cepat dan kesulitan berdiri dan Luka pada kuku mengakibatkan kuku ternak terlepas.
