Sampang – Kapolres Sampang AKBP Arman S.IK, M.Si melalui Kasat Polairud Polres Sampang Iptu Catur Rahardjo SH menyampaikan bahwa beberapa hari ini perairan Kabupaten Sampang di landa angin kencang yang mengakibatkan tingginya gelombang laut.
“Kejadian angin kencang yang mengakibatkan tingginya gelombang laut dipicu adanya pusat tekanan rendah di sebelah barat laut Australia yang memicu bertambahnya kecepatan angin dan berimpact pada bertambahnya tinggi gelombang” ujar Kasat Polairud Polres Sampang Iptu Catur Rahardjo SH.
Iptu Catur menjelaskan kepada awak media bahwa pada hari jum’at tanggal 23 Desember 2022 pukul 04.00 Wib telah terjadi kapal karam di tempat parkir kapal di perairan Pulau Mandangin Sampang tepatnya sekitar 1 mil laut utara pulau mandangin Kab. sampang, posisi 7° 17′ 546″ LS – 113° 12′ 947″ BT.
“Identital kapal yang karam adalah KM. Cahaya Agung, jenis kapal ikan, GT :19 pemilik H. Muis alamat Desa Pulau Mandangin Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang dan di nahkodai Ahmad serta ber ABK 20 orang” ujar Iptu Catur.
Kasat Polairud Polres Sampang kemudian menjelaskan kronologis kejadian kepada awak media bahwa pada hari Jum’at tanggal 23 Desember 2022 sekira pukul 04.00 Wib dimana kapal tersebut berangkat mencari ikan pada hari kamis tanggal 22 Desember 2022 pukul 13.00 wib. Setelah mencari ikan selesai kemudian kapal KM. Cahaya Agung kembali ke tempat parkir kapal di sebelah utara Desa Pulau Mandangin hari jumat tanggal 23 Desember 2022 pukul 03.00wib. Setelah di parkir kemudian seluruh ABK kembali ke rumah masing2 dan rencananya kapal tersebut akan dipindah parkirnya ke Selatan Pulau Mandngin pada saat pagi. Pada pukul 06.00 ABK KM Cahaya Agung berniat akan memindahkan parkir kapal tersebut ke sebelah Selatan Pulau Mandangin tetapi ternyata kapal tersebut sudah karam karena dihantam ombak sekitar 2-3 meter, yang terlihat hanya jaring2 ikan saja yang mengambang di laut. Kemudian pemilik kapal H. Muis melaporkan kejadian tersebut kepada Sat. Polairud Polres Sampang.
“Setelah mendapat laporan tersebut, anggota Sat. Polairud Polres Sampang menuju ke lokasi kapal karam tetapi cuaca tidak mendukung sehingga diputuskan besok pagi akan menuju ke TKP sambil menunggu informasi cuaca dari BMKG. Masyarakat nelayan Desa Pulau Mandangin rencananya akan mengangkat kapal yang tenggelam tersebut tetapi karena cuaca tidak mendukung, diputuskan besok akan dicoba untuk evakuasi kapal yang karam tersebut” lanjut Kasat Polairud Polres Sampang.
Pada hari sabtu pukul 06.00 Wib Kasat Polairud Polres Sampang dan anggotanya serta masyarakat mempersiapkan peralatan-peralatan yang akan dipakai untuk evakuasi dan pada pukul 07.00 Wib penyelam memasang drum plastik sebanyak 40 buah, diikatkan ke lambung kanan 20 buah dan lambung kiri 20 buah.
Pukul 10.00 wib drum tersebut diisi air sampai tenggelam, Setelah drum berada di semua posisi petugas kemudian mengisi drum dengan udara menggunakan kompresor. Pengisian udara kedalam drum dilakukan secara bergantian kanan dan kiri supaya nanti mengapung nya dapat seimbang.
Pukul 14.00 wib Kapal yang berada di dasar laut sedikit demi sedikit mulai terangkat naik dan badan kapal 30% sudah mulai muncul ke permukaan. Pukul 15.00 wib Kapal karam yang sudah mulai muncul tersebut kemudian ditarik oleh 2 kapal penumpang sehingga kapal tersebut sampai di kolam pelabuhan di sisi timur dermaga Pulau Mandangin.
Pukul 18.00 wib Karena air laut masih surut mengakibatkan kapal tidak bisa ditarik ke pinggir menempel ke dermaga Pulau Mandangin. Pukul 19.00 wib Air sudah mulai pasang dan kapal dicoba lagi ditarik ke pinggir dermaga sebelah timur Pulau Mandangin
Pukul 20.00 wib Kapal sudah dapat dipinggirkan ke tempat yang sudah ditentukan dan rencana dari pemilik kapal akan memperbaiki kapal pada hari minggu tanggal 25 Desember 2022.
Kasat Polairud Polres Sampang menyampaikan kepada para pemilik kapal dan nahkoda kapal untuk melihat prakiraan cuaca maritim wilayah perairan Jawa Timur sebelum berlayar.
