Sampang – Maraknya aksi perundungan atau bullying di kalangan pelajar di beberapa daerah luar Kabupaten Sampang membuat prihatin Kapolres Sampang AKBP Siswantoro S.IK, MH.
Kapolres Sampang AKBP Siswantoro S.IK, MH langsung memerintahkan Kasat Binmas dan Kapolsek jajaran untuk segera melakukan kegiatan pencegahan dengan mendatangi sekolah, pondok pesantren dan perkumpulan masyarakat maupun pemukiman penduduk untuk menyampaikan himbauan Kamtibmas guna mencegah terjadinya perundungan atau bullying di Kabupaten Sampang.
Salah satu tindak lanjut perintah Kapolres Sampang adalah kegiatan patroli Harkamtibmas Polsek Kedundung saat mendatangi pemuda Desa Kedundung, selasa (31/10/2023) malam.
Bripka M. Farid dan Bripka M. Taufik menjelaskan kepada pemuda Desa Kedundung yang sedang duduk di gardu bahwa generasi muda menjadi komponen penting yang perlu dilibatkan dalam pembangunan sebuah bangsa.
Hal ini dikarenakan generasi muda memiliki fisik yang kuat, pengetahuan yang baru, inovatif dan juga memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi. Tanpa adanya peran pemuda sebuah bangsa akan sulit mengalami perubahan.
Personil Polsek Kedundung menjelaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia yang mempunyai tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, Penegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat juga ikut andil dalam menyiapkan calon generasi bangsa agar menjadi generasi yang kuat dan tangguh menghadapi tantangan di era globalisasi.
Kepada para pemuda tersebut Bripka M. Farid menghimbau untuk yang masih bersekolah untuk pulang kerumahnya masing-masing karena besok mereka masuk sekolah.
Selain itu para pemuda tersebut generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita hoax yang mengundang perpecahan dalam masyarakat.
Dengan kemajuan teknologi, dan banyaknya berita-berita yang berisikan fitnah maupun berita bohong (hoaks) yang ditulis oleh oknum tidak bertanggung jawab, pemuda Desa Kedundung diharapkan bisa bijak menggunakan media sosial dengan tidak berkomentar dengan ujaran kebencian, tidak menggunakan akun sosial media untuk melakukan provokasi dan menyebarkan beria hoaks.
Terkait maraknya informasi terjadinya aksi perundungan dan bullying di beberapa tempat di luar Kabupaten Sampang, Bripka M. Farid menyampaikan bahwa selaku calon generasi bangsa diharapkan seluruh siswa-siswi untuk selalu saling hormat menghormati sesama teman, selalu menjaga kebersamaan dan kekompakan dilingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah.
Salah satu menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan dilingkungan sekolah yaitu dengan menjadwalkan dan patuh melaksanakan piket kelas, belajar kelompok, olahraga bersama, kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, sering melakukan diskusi kelompok, membantu teman yang sakit atau terkena musibah dan kegiatan posisitf lainnya.
Polres Sampang sangat mengecam keras terjadinya aksi perundungan atau bullying karena bisa memengaruhi kesehatan mental korban maupun pelaku, seperti memicu timbulnya gangguan emosi, masalah mental, gangguan tidur, penurunan prestasi, dan lain sebagainya.
Para pemuda Desa Kedundung diharapkan bisa menjadi mitra Polri dengan ikut serta menjaga Kamtibmas sekitar tempat tinggalnya dan menjauhi perbuatan yang dapat mengganggu kepentingan umum.
