SAMPANG – Ratusan kader dan tokoh ulama memadati halaman Pondok Pesantren Tashwirul Afkar, Desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung, guna menghadiri pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) PC GP Ansor Sampang ke-IX, Minggu (15/02/2026).
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran penting, di antaranya Wakil Bupati Sampang KH. Mahfud Abdul Qodir, perwakilan PW GP Ansor Jawa Timur, Rois Syuriah PCNU Sampang, jajaran Forkopimcam Kedungdung, serta seluruh pengurus PAC GP Ansor se-Kabupaten Sampang.
Ketua PC GP Ansor Sampang, Gus Amin Syafii, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh kader yang telah berkhidmat. Ia berpesan agar proses regenerasi kepemimpinan ini tidak memicu perpecahan. “Siapa pun yang terpilih nanti, kita harus tetap kompak. Jangan sampai terpecah belah, Ansor Sampang harus satu komando,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Sampang KH. Mahfud Abdul Qodir dalam arahannya berharap Konfercab ini melahirkan pemimpin yang visioner. “Semoga menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Ketua terpilih nanti jangan sampai lupa pada tujuan utama yakni memajukan NU dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tutur Wakil Bupati.
Sementara itu, Gus Muhammad Yunus selaku perwakilan PW GP Ansor Jatim menekankan pentingnya evaluasi program. Ia berharap pengurus baru dapat melanjutkan program yang sudah baik dan berani melakukan inovasi untuk kemajuan organisasi.
Kapolres Sampang AKBP Hartono S.Pd, MM, yang diwakili oleh Kapolsek Kedungdung IPTU Syafriwanto SH, MH, menyampaikan kepada awak media bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh mengawal jalannya acara hingga selesai.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian Konfercab berjalan aman, tertib, dan lancar. Kami sangat mengapresiasi semangat para sahabat Ansor yang tetap menjaga kondusifitas selama acara berlangsung,” ujar IPTU Syafriwanto.
Kegiatan yang mengusung tema “Gerakan, Navigator Masa Depan” ini juga dimeriahkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Mars Syubbanal Wathon yang membakar semangat para kader. Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua MWC NU Kedungdung, KH. Robik Jaizi, sebelum dilanjutkan ke agenda pleno persidangan.
