SAMPANG – Sinergitas dan respon cepat ditunjukkan oleh jajaran TNI-Polri bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sampang dalam menangani musibah kebakaran. Pada Kamis siang, 24 September 2026, petugas gabungan berhasil menjinakkan kebakaran rumpun bambu yang melanda kawasan Dusun Panyiburan, Desa Panyepen, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang.
Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan sekira pukul 13.15 WIB oleh seorang warga bernama Hamid yang langsung menghubungi piket Polsek Jrengik. Menindaklanjuti laporan itu, petugas piket Polsek Jrengik Aiptu Taufiq bersama piket Koramil 0828/06 Jrengik Sertu Edi Samsi segera mendatangi lokasi dan bahu-membahu bersama warga setempat memadamkan api dengan peralatan seadanya guna mencegah perambatan.
Namun, akibat tiupan angin yang cukup kencang, kobaran api terus membesar. Petugas di lapangan segera menghubungi Call Center 110 yang terhubung ke Polres Sampang untuk mendatangkan bantuan armada pemadam. Sekira pukul 13.45 WIB, 1 unit mobil Damkar beserta 1 unit truk tangki penyuplai air tiba di lokasi kejadian. Proses pemadaman dilakukan secara intensif oleh personel gabungan yang turut dibantu Kanit Binmas Polsek Jrengik Aiptu Syaiful, Aiptu Domi, serta Serda Nugroho dari Koramil Jrengik.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.30 WIB setelah petugas pemadam melakukan evaluasi ulang guna memastikan tidak ada lagi sisa pembakaran yang menyala. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa (nihil). Adapun kerugian materiil berupa rumpun bambu di atas tanah kas desa seluas kurang lebih 50 meter persegi yang hangus terbakar.
Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.IK, yang diwakili oleh Kapolsek Jrengik AKP Achmad Zainudin, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan wujud nyata dari quick response (respon cepat) serta kehadiran Polri di tengah-tengah kesulitan masyarakat. Kapolsek juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada personel Koramil Jrengik serta petugas Damkar Kabupaten Sampang atas sinergi yang solid di lapangan.
Berdasarkan penyelidikan awal, kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di area parit kering yang kemudian merembet dan membakar rumpun bambu di sekitarnya.
“Kami mengimbau keras kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah, kebun, atau apa pun secara sembarangan, terutama di area yang rawan memicu kebakaran lebih luas mengingat kondisi cuaca saat ini. Tetaplah selalu waspada, dan jika melihat atau mengalami gangguan keamanan serta keadaan darurat, segera hubungi Call Center 110,” tegas AKP Achmad Zainudin. Seluruh rangkaian evakuasi selesai pada pukul 14.45 WIB dalam keadaan aman dan lancar.
