Sampang – Selasa (07/06/2022) pukul 12.00 Wib Bripka Aris. F dan Sertu Sulistyo melaksanakan pemantauan dan pendataan hewan ternak antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Kotah Kecamatan Jrengik Sampang – Madura.
Dengan door to door Bripka Aris dan Sertu Sulistyo mendatangi para pemilik hewan ternak sapi, kambing dan domba serta hewan ternak ruminansia lainnya.
Kepada para pemilik hewan ternak kedua personil dari Polsek Jrengik dan Koramil Jrengik mengatakan bahwa PMK atau dikenal juga sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) dan Apthtae Epizooticae adalah penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus.
Bripka Aris mengatakan kepada H. Mustar bahwa penyebab penyakit mulut dan kuku adalah virus tipe A dari Family Picornaviridae, Genus Apthovirus yang mempunyai masa inkubasi 2 sampai dengan 14 hari.
Terkait penularannya Bripka Aris F menjelaskan bahwa ada beberapa cara yaitu dengan :
- Kontak langsung maupun tidak langsung dengan hewan penderita (droplet, leleran hidung, serpihan kulit).
- Vektor hidup (terbawa manusia, dll)
- Bukan vektor hidup (terbawa mobil angkutan, peralatan, alas kandang dll.)
- Tersebar melalui angin, daerah beriklim khusus (mencapai 60 km di darat dan 300 km di laut)
Kepada pemilik sapi Bripka Aris menjelaskan bahwa hewan ternak yang mengalami penyakit mulut dan kuku akan mengalami :
- Pyrexia (demam) mencapai 41°C, anorexia (tidak nafsu makan), menggigil, penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah untuk 2-3 hari, kemudian menggosokkan bibir, menggeretakkan gigi, leleran mulut, suka menendangkan kaki: disebabkan oleh vesikula (lepuh) pada membrane mukosa hidung dan bukal serta antara kuku. Setelah 24 jam: vesikula tersebut rupture/pecah setelah terjadi erosi dan Vesikula bisa juga terjadi pada kelenjar susu.
- Komplikasi: erosi di lidah, superinfeksi dari lesi, mastitis dan penurunan produksi susu permanen, myocarditis, abotus kematian pada hewan muda, kehilangan berat badan permanen, kehilangan kontrol panas.
Selain itu personil Polsek Jrengik dan Koramil Jrengik juga berharap kepada H. Mustar untuk bisa memberikan informasi apabila mengetahui ada sapi yang terkena PMK agar segera mendapatkan pertolongan dari petugas sekaligus mencegah meluasnya wabah PMK.
