SAMPANG – Kapolres Sampang AKBP Hartono, S.Pd., MM., yang diwakili oleh Kapolsek Jrengik AKP Sunarno, S.H., menghadiri Forum Konsultasi Publik di Pendopo Kantor Kecamatan Jrengik pada Kamis (18/06/2026) pukul 09.00 WIB [Ctxt]. Kegiatan ini fokus pada Sosialisasi dan Simulasi Penanganan Kebakaran oleh Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Daerah Kabupaten Sampang, dengan penanggung jawab Saffak.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekcam Jrengik Abdurahman, S.Pd., MM., perwakilan Danramil 0828/06 Jrengik Serka Budiharjo, perwakilan Puskesmas Setia Budi, Tim Binwas MBG Kabupaten Sampang Ibu Indah, serta para Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) se-Kecamatan Jrengik.
Dalam sambutannya, Sekcam Jrengik Abdurahman menyampaikan permohonan maaf Camat Jrengik yang berhalangan hadir karena dinas ke Semarang [Ctxt]. Ia menjelaskan bahwa forum ini melibatkan 6 SPPG yang sudah berjalan dan 2 SPPG yang belum diluncurkan guna membahas pemerataan manfaat serta administrasi tata kelola [Ctxt]. Setelah materi pemadam kebakaran, Tim Binwas MBG juga melakukan pemeriksaan administrasi SPPG.
Kapolsek Jrengik AKP Sunarno menegaskan pentingnya simulasi ini untuk keselamatan karyawan dan lingkungan SPPG [Ctxt]. Beliau mengimbau pengelola SPPG agar selalu sigap dan memahami langkah penanganan dini saat terjadi kebocoran gas atau potensi kebakaran [Ctxt]. Di akhir acara, AKP Sunarno mengajak masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas wilayah serta memanfaatkan layanan kepolisian melalui call center 110.
Perwakilan Damkar Kabupaten Sampang, Saffak, menjelaskan bahwa korsleting listrik dan aktivitas dapur merupakan pemicu utama kebakaran [Ctxt]. Sesuai petunjuk teknis (juknis) MBG Pusat, setiap SPPG wajib menyediakan minimal 15 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berat 6 kg, satu tabung CO2 berat 50 kg untuk kebakaran minyak, serta Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) seperti pasir dan kain goni [Ctxt]. Damkar juga mengumumkan rencana pembangunan Pos Pelayanan Kebakaran wilayah barat di Kecamatan Jrengik pada tahun depan.
