SAMPANG – Polsek Sreseh Polres Sampang memanfaatkan momentum ibadah fajar untuk memperkuat keamanan swakarsa di lingkungan masyarakat. Melalui program Subuh Keliling (Suling), Kapolsek Sreseh AKP Andrik Soejarwanto, S.H., mengajak jemaah Masjid Al-Muttaqim di Desa Noreh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, untuk bersama-sama mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 04.00 WIB ini diikuti oleh petugas piket SPKT Polsek Sreseh, Ketua Takmir Masjid Ust. M. Musaffak, serta warga sekitar. Kehadiran personel kepolisian di tengah jemaah ini bertujuan untuk membangun komunikasi dua arah yang lebih cair dan humanis.

Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto S.IK, melalui Kapolsek Sreseh AKP Andrik Soejarwanto, S.H., menegaskan bahwa program Suling yang diinisiasi oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merupakan strategi jitu untuk mengubah paradigma kepolisian menjadi preemtif (pencegahan dini) demi menjaga stabilitas Kamtibmas wilayah.

“Kami hadir di lapangan bukan sekadar saat ada kejadian kriminal. Sesuai instruksi Kapolres Sampang dan selaras dengan slogan ‘Polisi Bersama Masyarakat’, kami turun langsung ke desa-desa untuk melakukan deteksi dini terhadap segala potensi gangguan keamanan,” jelas AKP Andrik Soejarwanto.

Dalam amanatnya selepas shalat berjemaah, Kapolsek menekankan pentingnya peran aktif masyarakat sebagai mitra Polri. Melalui mimbar masjid, disampaikan beberapa poin krusial yang menjadi korelasi utama program Suling terhadap keamanan wilayah:

  • Penguatan Keamanan Swakarsa: Polisi mendorong kepala desa dan tokoh masyarakat setempat untuk menghidupkan kembali ronda malam dan mendirikan pos Satkamling guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
  • Ronda di Jam Rawan Kriminalitas: Waktu menjelang subuh merupakan jam rawan bagi pelaku tindak pidana seperti Curanmor dan Curat. Kehadiran fisik patroli polisi dan aktifnya siskamling akan menjadi benteng pertahanan lingkungan yang kuat.
  • Wadah Aspirasi Real-Time: Menjadi ruang bagi warga untuk mengadukan masalah lokal seperti peredaran narkoba, indikasi tawuran, hingga konflik sosial secara langsung tanpa sekat birokrasi.
  • Ketahanan Terhadap Hoaks: Edukasi agar warga tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong yang dapat memecah belah kerukunan antarwarga di akar rumput.
  • Meningkatkan Hubungan Emosional (Public Trust): Ketika kepercayaan masyarakat kepada Polri menguat, warga tidak akan ragu untuk melapor dan bergotong royong menjaga desa.

Petugas juga mensosialisasikan Call Center Polri 110 yang siaga 24 jam dan bebas pulsa sebagai jalur cepat pelaporan darurat jika masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian.

Rangkaian kegiatan Suling di Masjid Al-Muttaqim berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. “Mari kita bersinergi bersama Polres Sampang untuk mewujudkan lingkungan yang aman, damai, kondusif, dan masyarakat yang bermartabat,” tutup Kapolsek Sreseh.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *