SAMPANG – Satbinmas Polres Sampang menggelar kegiatan sosialisasi mengenai bahaya pelecehan seksual serta upaya pencegahannya di SMKN 2 Sampang, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, pada Kamis pagi (30/07/2026) pukul 08.00 WIB hingga selesai. Langkah ini diambil guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran para pelajar dalam menghadapi ancaman kekerasan seksual baik di lingkungan nyata maupun dunia digital.
Kegiatan edukatif ini dihadiri langsung oleh Kasat Binmas Polres Sampang AKP Moh. Mohni, S.Pd., bersama PS. Kanit Bintibsos Satbinmas Aiptu Liwail Amri, S.H., dan Banit Binpolmas Bripda Dito Pandu Krismawijaya, A.Md.Pi. Kehadiran jajaran Polres Sampang tersebut disambut hangat oleh Kepala Sekolah SMKN 2 Sampang, dewan guru, serta ratusan siswi yang menjadi peserta utama.
Dalam pemaparannya yang interaktif, tim Satbinmas mengupas tuntas materi komprehensif mulai dari definisi pelecehan seksual, bentuk-bentuk tindakan, faktor penyebab, hingga dampak psikologis dan sosial yang mendalam bagi korban. Para siswi juga dibekali tips praktis cara melindungi diri, seperti menjaga batasan pergaulan, bijak bermedia sosial, serta tidak mudah memercayai orang asing.
Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., yang diwakili oleh Kasat Binmas AKP Moh. Mohni, S.Pd., mengimbau seluruh elemen pelajar dan remaja untuk bersama-sama mencegah terjadinya kenakalan remaja. Karakter saling menghormati antar sesama harus terus dipupuk sejak dini.
“Khusus untuk para remaja putri, kami berpesan agar selalu waspada demi mencegah terjadinya pelecehan seksual. Jangan takut untuk melapor. Apabila mengalami, melihat, atau merasakan adanya gangguan keamanan terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar, segera hubungi Call Center 110 yang siaga 24 jam,” tegas AKP Moh. Mohni kepada awak media.
Melalui sosialisasi ini, Satbinmas Polres Sampang berharap dapat membentuk karakter pelajar yang berani berkata “tidak” pada segala bentuk kekerasan, mampu melindungi diri, sekaligus menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari pelecehan seksual. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan diwarnai diskusi tanya jawab yang antusias dari para siswi.
