SAMPANG – Guna memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polsek Sreseh jajaran Polres Sampang melaksanakan program Shalat Subuh Keliling (Suling). Pada Kamis (15/10/2026), kegiatan keagamaan sekaligus ruang dialogis ini dipusatkan di Masjid Baitus Sholihin, Desa Noreh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 04.00 WIB hingga selesai ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Sreseh, AKP Andrik Soejarwanto, S.H., didampingi personel piket SPKT Polsek Sreseh. Turut hadir dalam kegiatan tersebut tokoh ulama setempat, Bdr. Moh. Sholeh, serta para jamaah salat Subuh Desa Noreh.

Kapolres Sampang, AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., yang diwakili oleh Kapolsek Sreseh, AKP Andrik Soejarwanto, S.H., menjelaskan kepada awak media bahwa program Suling yang diinisiasi oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto ini memiliki hubungan yang sangat erat, strategis, dan berdampak langsung terhadap Kamtibmas di tingkat wilayah. Melalui gerakan ini, pendekatan kepolisian diubah dari yang semula bersifat reaktif (hadir hanya saat ada kasus kriminal) menjadi preventif dan preemtif (hadir mencegah sebelum kejahatan terjadi).

“Program ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolres Sampang yang menginstruksikan seluruh jajaran untuk memasifkan turun ke lapangan, berinteraksi langsung dengan warga. Langkah ini selaras dengan slogan baru Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yaitu ‘Polisi Bersama Masyarakat’,” jelas AKP Andrik.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek memaparkan sejumlah kontribusi nyata dan korelasi utama program Suling dalam menjaga stabilitas wilayah, antara lain:

  • Deteksi Dini Potensi Gangguan Keamanan: Melalui dialog informal selepas salat, petugas dapat mendengar langsung keluhan warga mengenai masalah lokal secara real-time, seperti konflik antarwarga, narkoba, indikasi tawuran, hingga jaringan radikalisme sebelum berkembang menjadi masalah besar.
  • Menekan Kriminalitas di Jam Rawan: Waktu fajar menjelang Subuh merupakan jam rawan terjadinya tindak pidana seperti Curanmor, Curat, balap liar, atau tawuran remaja. Kehadiran fisik personel yang mendatangi masjid secara otomatis mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
  • Mengaktifkan Kembali Siskamling: Polisi memanfaatkan mimbar untuk memberikan edukasi kamtibmas secara humanis, mendorong tokoh masyarakat dan kepala desa mengaktifkan kembali ronda malam, memperketat aturan tamu, serta memasang CCTV di titik rawan.
  • Menangkal Hoaks dan Provokasi: Menjadikan masjid sebagai tempat meluruskan berbagai isu miring, menangkal hoaks, dan mengedukasi warga agar bijak bermedia sosial sehingga tidak mudah terprovokasi.
  • Meningkatkan Kepercayaan Publik (Public Trust): Hubungan emosional yang erat tanpa sekat birokrasi membuat warga lebih proaktif bermitra dengan Polri dan tidak ragu melapor jika melihat hal mencurigakan.

Selain itu, Polsek Sreseh juga mensosialisasikan layanan Call Center 110 yang bebas pulsa dan siaga selama 24 jam penuh bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat atau mengalami gangguan keamanan. Melalui sinergi ini, tanggung jawab Kamtibmas bertransformasi menjadi tanggung jawab bersama demi mewujudkan wilayah hukum Polres Sampang yang aman, damai, kondusif, dan masyarakatnya lebih bermartabat.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian Shalat Subuh Keliling berjalan dengan aman, tertib, dan sepenuhnya kondusif.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *