Sampang – Senin (23/05) pukul 09.00 Wib di aula pendopo Kecamatan Tambelangan diadakan sosialisasi dan penyuluhan tentang penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak khususnya sapi dan kambing.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tambelangan Kiyatno M.Pd, drh. Diasyunita, drh. Angga Hanggara dari Puskeswan Jrengik, dan Kades serta PJ. Kades se Kecamatan Tambelangan.
Dari unsur TNI-POLRI di wakili Aipda Hermawan Kanit Binmas Polsek Tambelangan dan Serka Antok dari Koramil Tambelangan.
Camat Tambelangan saat membuka acara sosialisasi dan penyuluhan dalam mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak mengatakan bahwa para kepala desa dan peternak sapi dan kambing bisa memantau kesehatan hewan ternaknya agar meminimalisir PMK yang menyerang beberapa kabupaten di Jawa Timur.
Dari dinas peternakan Kabupaten Sampang drh. Diasyuanita memberikan pemahaman tentang ciri-ciri hewan yang sudah terjangkit penyakit mulut dan kuku diantaranya seperti demam tinggi, muncul vesikel seperti sariawan pada lidah dan mulut serta hidung.
Selain ciri-ciri diatas drh. Diasyuanita menyampaikan kepada seluruh peserta sosialisasi bahwa hewan ternak yang terjangkit PMK mengeluarkan air liur yang berlebihan, nafsu makan berkurang serta muncul luka pada kaki hewan.
drh. Angga Hanggara dari Puskeswan Jrengik menegaskan agar seluruh undangan untuk tidak terlalu takut dan panik terhadap PMK. Penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak tidak menular kepada manusia tetapi apabila menemukan gejala yang mirip dengan PMK untuk segera menghubungi petugas hewan agar segera mendapat penanganan cepat.
Kanit Binmas Polsek Tambelangan Aipda Hermawan juga menyampaikan kepada seluruh undangan sosialisasi dan penyuluhan penyakit mulut dan kuku untuk menyampaikan hasil sosialisasi kepada seluruh masyarakat sekaligus menyampaikan bahwa PMK aman dan tidak menular kepada manusia.
