Sampang – Polsek Pangarengan terus melaksanakan pendampingan pelaksanaan vaksinasi hewan ternak sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku di masyarakat.

Kegiatan pendampingan sekaligus pengamanan tenaga kesehatan hewan saat melaksanakan penyuntikan vaksin Aftopor kepada hewan ternak merupakan kepedulian Polri khususnya Polsek Pangarengan dalam percepatan penanganan PMK yang sudah merugikan masyarakat.

Sabtu (30/07/2022) pukul 09.00 Wib Kanit Samapta Polsek Pangarengan Bripka Moh. Izzuddin kembali melakukan pendampingan kepada staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang saat melakukan vaksinasi hewan ternak di Desa Gulbung Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang.

Kanit Samapta Polsek Pangarengan menyampaikan ke awak media bahwa dalam vaksinasi hewan ternak di Desa Gulbung diikuti 4 tenaga kesehatan hewan dan personil Pos Ramil Pangarengan Sertu Leri.

Bripka Izzed kemudian menjelaskan cara kerja tim gabungan pencegahan penyebaran virus PMK di Kecamatan Pangarengan. Door to door merupakan cara efektif melaksanakan vaksinasi kepada hewan ternak milik masyarakat.

Sebelum penyuntikan vaksin, petugas terlebih dahulu menjelaskan kepada masyarakat akan tujuan kedatangan mereka dirumah para pemilik hewan ternak. Setelah masyarakat paham akan maksud dan tujuan tim gabungan, staf dari Puskeswan langsung mendata nama pemilik hewan, alamat sesuai KTP, nomor telephone yang bisa dihubungi petugas.

Selain itu petugas juga mendata jenis kelamin hewan, umur hewan dan riwayat kesehatan hewan mulai kabar ada wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sampai dengan sekarang.

Petugas dari Puskeswan langsung memeriksa kesehatan hewan khususnya di daerah mulut, lidah, hidung dan kuku guna mencari ciri-ciri atau gejala PMK di hewan ternak milik warga.

Petugas gabungan dari TNI-POLRI dan Pemkab Sampang juga menyampaikan edukasi dan himbauan kepada warga para pemilk hewan ternak bahwa penyakit mulut dan kuku hanya menyerang dan menular kepada hewan ruminansia saja seperti Sapi, Kuda, Kambing, Domba dan lain sebagainya.

Lebih lanjut lagi petugas gabungan juga berharap kepada masyarakat dan para pemilik sapi untuk segera menghubungi petugas kesehatan hewan (Mantri hewan) apabila ternak mereka mengalami penurunan kesehatan dengan ciri-ciri seperti demam hingga 39-41 Derajat Celcius, Pembengkakan kelenjar, terutama di daerah mandibula/rahang bawah, Terdapat luka di sekitar mulut, moncong, gusi, kuku, hingga ambing atau payudara, Produksi air liur tinggi, Hewan ternak kesulitan menelan makanan, Hewan tidak mau makan, Hewan bernapas dengan cepat dan kesulitan berdiri dan Luka pada kuku mengakibatkan kuku ternak terlepas.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *