Sampang – Pada hari senin (22/01) pukul 09.00 Wib di PKPRI Kecamatan Jrengik Jl. Raya Kalangan Prao telah dilaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah janji serta bimbingan teknis Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang – Jawa Timur.
Hal ini di sampaikan Kapolres Sampang AKBP Siswantoro S.IK, MH melalui Kapolsek Jrengik AKP Joko Dwi Agus Susanto, SH, MM kepada awak media setelah mengikuti acara yang diikuti Forkopimcam Jrengik, Komisioner Bawaslu Sampang Morsidi Ali Syahbana, Ketua PPK Kecamatan Jrengik, Ketua Panwascam Kecamatan Jrengik
Kapolsek Jrengik yang akrab di panggil AKP Joko tersebut mengatakan bahwa terdapat 113 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang dilantik untuk melaksanakan tugas diantaranya melakukan tindak pencegahan, mengingatkan, dan mengawasi proses pemilihan mulai dari persiapan hingga pergerakan hasil suara tersebut sehingga proses Pemilu 2024 berjalan Luber-Jurdil Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil.
Saat mengikuti acara tersebut AKP Joko juga memberikan himbauan Kepolisian tentang Pemilu Damai kepada seluruh peserta acara.
AKP Joko mengharapkan seluruh penyelenggara Pemilu 2024 mulai tingkat kecamatan sampai tingkat tempat pemungutan suara untuk menjaga integritas dan netralitas pada pelaksanaan Pemilu 2024 jangan sampai ada keberpihakan pada kandidat atau partai yang menjadi peserta pemilihan umum.
Kepada 113 PTPS yang akan melaksanakan tugas di 113 TPS se Kecamatan Jrengik, AKP Joko berharap dapat menjaga integritas, netralitas dan tentu harus memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) tanggung jawab yang akan dilakukan.
Kapolsek Jrengik juga menjelaskan menjelang hari pemungutan suara, petugas Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) akan bertemu dengan anggota Polri yang akan melaksanakan pengamanan kotak suara mulai ada pergeseran dari PPK ke PPS.
Diharapkan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) bisa bekerja sama dengan petugas pengamanan TPS dari Kepolisian. Di harapkan petugas PTPS bisa memberikan laporan situasi terkait Kamtibmas demi kondusifnya pemungutan suara, penghitungan suara, hingga surat suara yang bergerak sampai ke kecamatan.
Seluruh peserta pelantikan dan pengambilan sumpah janji serta bimbingan teknis Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se Kecamatan Jrengik diharapkan bisa membantu Polri mencegah perpecahan sekaligus meminimalisir potensi konflik di tengah masyarakat akibat perbedaaan pilihan Partai Politik (Parpol), Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, Anggota DPD, Anggota DPRD Provinsi, dan Anggota DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2024.
Kapolres Sampang AKBP Siswantoro S.IK, MH melalui Kasi Humas Polres Sampang Ipda Sujianto SH menjelaskan kepada awak media bahwa demi terciptanya keamanan, kelancaran, dan ketertiban pada setiap tahapan Pemilu serentak 2023-2024 di Kabupaten Sampang, Polres Sampang didukung TNI, instansi terkait, mitra Kamtibmas kini tengah menggelar Operasi Kepolisian Terpusat Mantab Brata Semeru 2023-2024.
Operasi Kepolisian Mantab Brata Semeru 2023-2024 yang berlangsung selama 222 hari merupakan bentuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif dengan didukung kegiatan penegakan hukum sehingga terwujud situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Sampang – Jawa Timur.
Ipda Sujianto berharap seluruh masyarakat bisa menggunakan hal pilihnya untuk penentu masa depan daerah, bangsa dan negara karena lewat Pemilu serentak nanti masyarakat diberikan kebebasan menentukan siapa yang layak menjadi Wakil Rakyat, Kepala Daerah hingga Presiden Republik Indonesia.
Masyarakat juga di harapkan untuk mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada tanggal 14 Pebruari 2024 karena pada waktu tersebut dilaksanakan tahapan Pemilu 2024 yaitu pemungutan suara untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, Anggota DPD, Anggota DPRD Provinsi, dan Anggota DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2024.
Walaupun terdapat perbedaan pilihan Caleg, Capres dan Cawapres, masyarakat di harapkan Kasi Humas Polres Sampang Ipda Sujianto SH untuk tetap menjaga kerukunan antar warga dan menghargai perbedaan tersebut agar terwujudnya Pemilu damai di tahun 2024.
