Sampang – Kepolisian Resor (Polres) Sampang menggelar upacara pemberian penghargaan (reward) sekaligus Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bagi Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) di lapangan mapolres, Rabu (15/07/2026) pagi.

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Sampang, AKBP Hartono, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolres Sampang Kompol Heri Kusnanto, Pejabat Utama (PJU) Polres, Kapolsek jajaran, serta seluruh personel perwira, bintara, dan PNS Polri Polres Sampang.

Penghargaan tertinggi diberikan kepada Kasat Reskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Alim, bersama 8 anggota Satreskrim atas prestasi luar biasa. Mereka berhasil mengungkap kasus tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan total 27 orang tersangka di wilayah Kecamatan Kota, Kabupaten Sampang.

Selain kasus asusila, Iptu Nur Fajri Alim beserta tim juga dianugerahi penghargaan atas keberhasilan mengungkap kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas wilayah di 31 Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan mengamankan 15 unit sepeda motor dan meringkus 8 pelaku.

Di tengah momentum tersebut, Kapolres Sampang AKBP Hartono menyampaikan rasa prihatin dan miris yang mendalam atas kasus asusila melibatkan puluhan tersangka yang tengah viral di Kabupaten Sampang. Kekecewaan ini semakin mendalam lantaran fakta bahwa korban maupun para pelaku dalam kasus tersebut didominasi oleh anak-anak yang masih di bawah umur. Beliau berharap kejadian serupa tidak terjadi kembali karena sangat membuat prihatin semua pihak.

Menyikapi fenomena sosial ini, AKBP Hartono mengeluarkan perintah tegas kepada Kasat Binmas, para Kapolsek jajaran, serta seluruh pengemban fungsi pembinaan masyarakat (Kanit Binmas, Polmas, dan Bhabinkamtibmas) untuk lebih memasifkan kegiatan pencegahan aksi kenakalan remaja.

“Saya perintahkan seluruh pengemban fungsi pembinaan masyarakat untuk turun langsung dan masuk ke lingkungan masyarakat, sekolah-sekolah, pondok pesantren, hingga komunitas-komunitas yang ada di Kabupaten Sampang,” tegas AKBP Hartono.

Beliau meminta jajarannya untuk memperkuat sinergi dengan stakeholder terkait di wilayah kerja masing-masing guna mengantisipasi gangguan kamtibmas, khususnya kenakalan remaja. Pada akhir amanatnya, AKBP Hartono mengajak seluruh anggota yang hadir untuk berdoa bersama agar kejadian asusila tersebut tidak terulang kembali di Bumi Bahari.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *