SAMPANG – Kepolisian Sektor (Polsek) Kedungdung jajaran Polres Sampang menggelar aksi sosial kemasyarakatan berupa Bhakti Religi pada Jumat (19/06/2026) pagi. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk korve tempat ibadah ini dilaksanakan di Masjid Al-Ashar, Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.
Aksi gotong royong ini dimulai pada pukul 07.00 WIB s/d selesai, dipimpin langsung oleh Kapolsek Kedungdung, IPTU Syafriwanto, S.H., M.H., serta diikuti oleh seluruh personel Polsek Kedungdung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel persiapan korvei di lokasi Masjid Al-Ashar. Dalam arahannya, Kapolsek Kedungdung menekankan kepada seluruh anggota untuk melaksanakan kegiatan ini dengan penuh kesungguhan. Ia berpesan agar aksi bersih-bersih ini diniatkan sebagai ibadah sekaligus bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Setelah pembacaan doa bersama, seluruh personel langsung bergerak menyisir dan membersihkan area dalam maupun halaman masjid.
Mewakili Kapolres Sampang AKBP Hartono, Kapolsek Kedungdung IPTU Syafriwanto menyampaikan bahwa tujuan utama dari Bhakti Religi ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat toleransi antarumat beragama, dan meningkatkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat.
“Kami ingin membantu takmir dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah agar masyarakat dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana komunikasi langsung di lapangan demi memupuk rasa kebersamaan dan kedekatan emosional,” ungkap IPTU Syafriwanto.
Melalui momentum menyambut Hari Bhayangkara ini, Polsek Kedungdung kembali menunjukkan komitmen kuat Polri dalam melindungi serta mengayomi seluruh elemen masyarakat lintas agama tanpa memandang perbedaan, sekaligus menghidupkan kembali semangat kepedulian sosial sebagai nilai luhur bangsa.
Di samping menjaga kebersihan, Polres Sampang menaruh harapan besar akan peran aktif masyarakat dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Kolaborasi yang kuat dan sinergis antara warga dan aparat kepolisian sangat dibutuhkan, karena stabilitas keamanan wilayah tidak dapat dicapai optimal tanpa adanya kepedulian dari masyarakat itu sendiri.
Warga diimbau untuk menjadi “mata dan telinga” kepolisian dengan peka membaca situasi serta mengidentifikasi potensi gangguan keamanan di lingkungan terkecil (RT/RW). Jika menemukan indikasi tindak pidana, kecurigaan, atau potensi konflik, masyarakat diharapkan segera melaporkannya melalui Bhabinkamtibmas setempat atau layanan bebas pulsa Call Center 110.
Lebih lanjut, kepolisian mengajak masyarakat mengaktifkan kembali pos siskamling, melakukan langkah pencegahan mandiri seperti memasang kunci ganda kendaraan, serta bijak dalam meredam isu-isu provokatif di media sosial. Orang tua dan tokoh masyarakat juga diminta lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak muda guna mengantisipasi kenakalan remaja, seperti aksi tawuran dan balap liar.
Seluruh rangkaian kegiatan Bhakti Religi Polsek Kedungdung di Masjid Al-Ashar berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
