Sampang – Personil Sat. Binmas Polres Sampang terus memasifkan kegiatan pencegahan-pencegahan terjadinya gangguan Kamtibmas yang dapat menyebabkan konflik sosial di masyarakat.

Selasa (20/06/2023) siang Ipda Sugiyanto HP dan Aipda Liwail Amri mendatangi masjid Anshor di Kampung Kesenih Kelurahan Karang Dalam Sampang untuk memberikan himbauan dalam rangka Ops. Bina Waspada Semeru 2023 di wilayah Kabupaten Sampang.

Sebelum menyampaikan himbauan Kamtibmas, KBO Sat. Binmas dan Kanit Bintibsos Sat. Binmas Polres Sampang mengikuti sholat dhuhur berjamaah bersama.

Sebagaimana tujuan Operasi Bina Waspada Semeru 2023 Polres Sampang, Ipda Sugiyanto HP memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya paham intoleran, paham radikal dan paham radikalisme sekaligus paham anti Pancasila dalam kehidupan bernegara.

Selain itu Operasi Bina Waspada Semeru 2023 Polres Sampang bertujuan memelihara dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Sampang selama pelaksanaan rangkaian kegiatan tahapan Pemilu serentak tahun 2024 di wilayah Sampang.

Kepada jamaah masjid Anshor, Ipda Sugiyanto HP menjelaskan bahwa radikalisme dan terorisme dapat menimbulkan dampak buruk bagi Indonesia, antara lain terjadinya teror dan kekerasan yang menimbulkan keresahan bahkan ketakutan dalam masyarakat, bisa juga menimbulkan konflik horizontal maupun vertikal, dapat menyebabkan hilangnya harta benda bahkan nyawa sekalipun, terhambatnya perekonomian masyarakat, dan pada akhirnya bisa menimbulkan disintegrasi bangsa.

Meningkatnya tindakan dan perilaku provokatif yang dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu tentu dapat mengganggu ketertiban umum dan memecah belah persatuan dan kesatuan negara. Banyak hasutan yang dapat membangkitkan kemarahan publik yang didasari oleh intoleransi dan paham radikal.

Dikesempatan itu, personil Polres Sampang memberi penekanan kepada jamaah masjid bahwa saat ini yang menjadi sasaran serangan paham radikalisme dan terorisme adalah pola pikir atau mind set berupa pertarungan ide, paham, gagasan untuk memengaruhi masyarakat khususnya kaum milenial.

Oleh sebab itu, para masyarakat dan jamaah masjid beserta keluarganya harus benar-benar dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial atau Internet, mengingat media sosial dan Internet adalah media yang paling mudah dan murah untuk melakukan serangan dan mempengaruhi mind set masyarakat.

Ipda Sugiyanto HP juga mengingatkan kepada peserta bahwa Indonesia ini adalah rumah besar bagi semua anak bangsa yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda baik agama, suku, ras dan antar golongan, sehingga tidak boleh ada salah satu pihak yang mengklaim bahwa Indonesia harus menjadi milik agama tertentu, atau suku tertentu atau ras tertentu ataupun golongan tertentu.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *