Sampang – MPLS merupakan program penyambutan siswa baru sebelum memulai proses belajar mengajar. MPLS dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, senior, guru, hingga karyawan lainnya di sekolah itu.
Kegiatan MPLS menjadi sarana Polres Sampang dan Polsek jajarannya menyampaikan pembinaan dan penyuluhan kepada para peserta agar mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya mencegah penyalahgunaan Narkoba, Pencegahan kenakalan remaja, Pelatihan tentang kedisiplinan, Bijak bersosial media dan penyampaian motivasi hidup agar semangat mengejar cita-cita.
Aipda Fendy A.P dan Bripka Nasrun Wijaya S, senin (24/07/2023) pukul 09.00 Wib melaksanakan program Police Goes To School di SMA dan MTs Raudatlul Falah Gleges Desa Beringin Kecamatan Tambelangan Sampang – Jawa Timur.
Kepada peserta MPLS SMA dan MTs Raudatlul Falah Gleges Desa Beringin, Kanit Reskrim Polsek Tambelangan Bripka Nasrun Wijaya S menjelaskan bahwa remaja khususnya pelajar harus bisa menggunakan media sosial dengan bijak.
Dengan memanfaatkan media sosial, siswa akan menjadi lebih aktif bereksplorasi dan berinovasi sehingga dapat mengasah kreativitasnya Kemudahan mengakses informasi secara digital membuat mereka lebih mandiri karena tidak harus menunggu guru menerangkan di dalam kelas.
Sedangkan dampak negatif dari media sosial adalah menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dan sebaliknya, interaksi secara tatap muka cenderung menurun, membuat orang-orang menjadi kecanduan terhadap internet, menimbulkan konflik, masalah privasi, rentan terhadap pengaruh buruk orang lain.
Bripka Nasrun berharap kepada peserta MPLS menjelaskan bahwa penggunaan media sosial yang tidak tahu akan waktu mengakibatkan remaja menjadi malas dalam melakukan kegiatan contohnya saja dalam belajar, kurangnya sopan santun dan salah satunya menjadi malas dalam melakukan komunikasi tatap muka langsung di dunia nyata.
Dampak negatif media sosial bagi pelajar selanjutnya yaitu anak menjadi malas. Penggunaan media sosial yang berlebihan akan membuat anak menjadi malas untuk berinteraksi atau berkomunikasi di dunia nyata. Tidak hanya itu saja, anak juga akan malas belajar dan memilih menghabiskan waktunya untuk membuka media sosial.
Kanit Reskrim Polsek Tambelangan juga memberikan beberapa cara pelajar SMA dan MTs Raudatlul Falah Gleges Desa Beringin agar cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial, pertama jaga etika berbahasa, jangan sampai menyinggung perasaan orang lain, kedua selalu berpikir ulang jika akan mengunggah sesuatu agar tidak merugikan diri sendiri juga orang lain, ketiga selektif dan jangan mudah percaya pada suatu informasi, dan yang terakhir adalah manfaatkan sisi positif sosial media untuk mengembangkan bakat yang kamu punya. Dengan begitu penggunaan media sosial akan berdampak baik pada diri kita dan orang lain.
Aipda Fendy A.P menjelaskan kepada peserta MPLS bahwa peran pelajar sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sampai kini, semangat, energi, intelektualitas, kreativitas, dan jiwa patriotisme para pelajar sangat dibutuhkan dalam mengisi kemerdekaan.
Oleh karena itu, generasi muda harus dijauhkan dari segala ancaman yang berpotensi merusak kualitas serta kuantitas mereka sebagai aset bangsa. Salah satu ancaman nyata yang berpotensi merusak generasi muda adalah penyalahgunaan narkoba dan kenakalan di kalangan remaja.
“Usia remaja khususnya pelajar adalah usia yang rawan, cenderung mencari dan menunjukkan jati dirinya. Oleh karena itu remaja hendaknya memiliki bekal iman dan takwa yang kuat serta pengetahuan yang cukup. Salah satu pengetahuan yang cukup bagi remaja yaitu berupa bahaya narkoba dan tertib dan disiplin berlalu lintas serta pemanfaat media sosial yang baik,” kataFendy A.P saat memberikan sambutan dihadapan para pelajar.
“Jangan mudah terpengaruh atau terprovokasi adanya informasi berantai yang belum tahu asal sumbernya, kalau mendapatkan informasi sebaiknya di konfirmasi terlebih dahulu untuk memastikan bahwa informasi ini benar atau hoax, Saring Sebelum Sharing,” imbuh Kasium Polsek Tambelangan..
Mengakhiri sambutannya, Fendy A.P mengimbau kepada para pelajar untuk melakukan aktivitas yang positif jangan sampai melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
Selain itu, pihaknya meminta agar pihak sekolah, keluarga, pelajar, dan masyarakat untuk ikut berperan membantu Kepolisian dalam pencegahan kenakalan remaja.
“Kami mohon seluruh perangkat sekolah ini saling menjaga dan saling mengingatkan jangan sampai terjerumus melakukan tindakan yang melanggar hukum baik kriminalitas maupun Narkoba,” pungkas Kasium Polsek Tambelangan Fendy A.P.
