Sampang – Polres Sampang dan jajaran mulai tanggal 19 Oktober 2023 sampai 27 Mei 2024 menyelenggarakan Operasi Kepolisian Terpusat Mantab Brata Semeru 2023-2024.
Pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat Mantab Brata Semeru 2023-2024 yang akan berlangsung selama 222 hari di Polres Sampang didukung TNI, instansi terkait, mitra Kamtibmas demi terciptanya keamanan, kelancaran, dan ketertiban pada setiap tahapan Pemilu serentak 2023-2024 di Kabupaten Sampang.
Dalam pelaksanaannya Operasi Kepolisian Terpusat Mantab Brata Semeru 2023-2024 merupakan bentuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif dengan didukung kegiatan penegakan hukum sehingga terwujud situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Sampang – Jawa Timur.
Salah satu upaya pemeliharaan Kamtibmas jelang pemilu adalah kegiatan Kanit Binmas Polsek Torjun Aipda Fauzi Imroni SH bersama dan anggota jaga saat melaksanakan patroli Harkamtibmas Kecamatan Torjun Sampang, kamis (02/11/2023) malam.
Kegiatan patroli Harkamtibmas merupakan rutinitas personil Polsek Torjun dalam menjaga Kamtibmas senantiasa aman damai kondusif di wilayah Kecamatan Torjun.
Saat melaksanakan patroli Harkamtibmas dalam upaya pemeliharaan Kamtibmas wilayah Aipda Fauzi Imroni mendatangi salah satu toko kelontong di Desa Torjun karena di tempat tersebut terlihat pemuda yang sedang duduk-duduk di depan toko.
Kepada para pemuda tersebut Aipda Fauzi menjelaskan kepada para pemuda tersebut adalah generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita hoax yang mengundang perpecahan dalam masyarakat.
Dengan kemajuan teknologi, dan banyaknya berita-berita yang berisikan fitnah maupun berita bohong (hoaks) yang ditulis oleh oknum tidak bertanggung jawab, pemuda tersebut diharapkan bisa bijak menggunakan media sosial dengan tidak berkomentar dengan ujaran kebencian, tidak menggunakan akun sosial media untuk melakukan provokasi dan menyebarkan beria hoaks.
Terkait maraknya informasi terjadinya aksi perundungan dan bullying di beberapa tempat di luar Kabupaten Sampang, Aipda Fauzi Imroni menyampaikan bahwa selaku calon generasi bangsa diharapkan seluruh siswa-siswi untuk selalu saling hormat menghormati sesama teman, selalu menjaga kebersamaan dan kekompakan dilingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah.
Salah satu menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan dilingkungan sekolah yaitu dengan menjadwalkan dan patuh melaksanakan piket kelas, belajar kelompok, olahraga bersama, kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, sering melakukan diskusi kelompok, membantu teman yang sakit atau terkena musibah dan kegiatan posisitf lainnya.
Polres Sampang sangat mengecam keras terjadinya aksi perundungan atau bullying karena bisa memengaruhi kesehatan mental korban maupun pelaku, seperti memicu timbulnya gangguan emosi, masalah mental, gangguan tidur, penurunan prestasi, dan lain sebagainya.
Para pemuda yang duduk di depan toko tersebut diharapkan bisa menjadi mitra Polri dengan ikut serta menjaga Kamtibmas sekitar tempat tinggalnya dan menjauhi perbuatan yang dapat mengganggu kepentingan umum.
Pemuda yang berasal dari Desa Torjun dan Desa Krampon di berikan penjelasan oleh Kanit Binmas Polsek Torjun Aipda Fauzi Imroni SH bahwa Pemilu tahun 2024 akan menjadi penentu masa depan daerah, bangsa dan negara. Dimana lewat Pemilu serentak nanti masyarakat diberikan kebebasan menentukan siapa yang layak menjadi Wakil Rakyat, Kepala Daerah hingga Presiden Republik Indonesia.
Seluruh elemen masyarakat di harapkan untuk mendukung dan membantu Polri dan TNI dalam menjaga keamanan serta mensukseskan pemilu 2024 dapat berlangsung Langsung, Umum, Bebas, Rahasia (Luber) dan Jujur, dan Adil (Jurdil) sesuai asas penyelenggaraan Pemilu di Indonesia.
Kanit Binmas Polsek Torjun Aipda Fauzi Imroni SH berharap para pemuda untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan dan mengganggu jalannya pesta demokrasi.
Walaupun terdapat perbedaan pilihan Caleg, Capres dan Cawapres, masyarakat di harapkan untuk tetap menjaga kerukunan antar warga dan menghargai perbedaan tersebut agar terwujudnya Pemilu damai di tahun 2024.
Lebih dari pada itu para pemuda tersebut diharapkan untuk bersama-sama masyarakat lainnya untuk menangkal berita hoaks dan ujaran kebencian yang dapat mengganggu jalannya pemilu 2024.
