SAMPANG – Sinergitas yang kokoh antara ulama dan umara kembali ditunjukkan di wilayah Kabupaten Sampang. Jajaran Forkopimcam Karang Penang menghadiri kegiatan Yaumul Ijtima’ yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Karang Penang pada Kamis (08/10/2026). Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB bertempat di Kantor MWC NU Karang Penang, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.
Acara religius sekaligus forum strategis ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, antara lain Mutasyar MWC NU Karang Penang KH. Fauzan Zaini Sholeh, Ketua Syuriah KH. Bahar, Ketua Tanfidziyah KH. Mamal Ghazi, Camat Karang Penang Yasid Bustomi, S.STP, M.M., Kapolsek Karang Penang Iptu Iwan Suhadi, S.H., Danposramil Karang Penang yang diwakili Sertu Erfan, Ketua AKD Karang Penang Moh Faruq, serta sekitar 60 pengurus NU dan kepala desa setempat.
Rangkaian acara diawali dengan khidmat melalui pembacaan doa pembuka, tahlil, Syaroful Anam, serta menyanyikan lagu mars NU “Ya Lal Wathon”.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWC NU Karang Penang KH. Mamal Ghazi menegaskan peran historis dan komitmen NU dalam menjaga NKRI sejak masa kemerdekaan. Ia juga memaparkan aksi nyata MWC NU Karang Penang yang telah mendistribusikan 30 tangki air bersih untuk membantu masyarakat yang kekeringan, serta keterlibatan NU dalam mendorong pembangunan jalan desa.
Lebih lanjut, KH. Mamal Ghazi menyoroti polemik pelaksanaan pawai Imtihan oleh lembaga pendidikan Islam yang kerap memicu kemacetan di jalan raya. Ia berharap ada kesepakatan satu suara antara ulama (tokoh agama) dan umara (pemerintah/aparat) dalam menyikapi hal tersebut.
Merespons hal itu, Kapolsek Karang Penang Iptu Iwan Suhadi, S.H., yang hadir mewakili Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.IK., menyatakan kesiapan penuh kepolisian dalam mengawal keamanan dan kelancaran lalu lintas. Kapolsek mengusulkan agar kesepakatan bersama terkait pelaksanaan Imtihan dituangkan dalam Surat Edaran resmi yang ditandatangani oleh semua pihak agar ditaati oleh lembaga-lembaga pendidikan.
“Kami berharap kesepakatan ini menjadi acuan agar kegiatan pawai tidak mengganggu pengguna jalan lain. Kami juga mengimbau agar dalam perayaan Imtihan tidak menampilkan pertunjukan joget yang tidak relevan atau melanggar syariat Islam. Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan para ulama dan tokoh masyarakat dalam menjaga kondusifitas wilayah,” tutur Iptu Iwan Suhadi.
Kapolsek juga menambahkan bahwa kehadiran aktif Polri di tengah kegiatan keagamaan masyarakat ini selaras dengan slogan baru Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yaitu “Polisi Bersama Masyarakat”. Ia mengapresiasi MWC NU Karang Penang sebagai bagian dari organisasi terbesar di Indonesia yang terus konsisten bersinergi dengan Polri.
Puncak acara Yaumul Ijtima’ ditandai dengan peresmian aplikasi NUKAR (NU Karang Penang), sebuah inovasi digital yang dirancang untuk menyampaikan serta menginformasikan seluruh kinerja dan program kerja MWC NU Karang Penang kepada warga Nahdiyin. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.58 WIB dengan situasi yang aman, tertib, dan lancar.
