Sampang – Sebagai fungsi yang dikedepankan dalam Operasi Bina Waspada Semeru 2023 Polres Sampang, personil Sat. Binmas dan 14 Unit Binmas Polsek jajaran terus melaksanakan himbauan kepada seluruh elemen masyarakat di wilayah Kabupaten Sampang.

Tidak merasa lelah setelah melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan di SMA Negeri 1 Sampang dan SMA Darussyahid Sampang, Aipda Liwail Amri SH dan Bripka Moh. Fakhruddin kembali melaksanakan himbauan kepada jamaah Masjid Dakwah yang berada di Jl. Durian Sampang.

Sebelum menyampaikan himbauan Kamtibmas, Kanit Bintibsos Sat. Binmas Polres Sampang dan Bintara Unit Binpolmas Sat. Binmas Polres Sampang mengikuti sholat dhuhur berjamaah bersama yang dipimpin Ustads Hidayat.

Sebagaimana tujuan Operasi Bina Waspada Semeru 2023 Polres Sampang, Aipda Amri memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya paham intoleran, paham radikal dan paham radikalisme sekaligus paham anti Pancasila dalam kehidupan bernegara.

Selain itu Operasi Bina Waspada Semeru 2023 Polres Sampang bertujuan memelihara dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Sampang selama pelaksanaan rangkaian kegiatan tahapan Pemilu serentak tahun 2024 di wilayah Sampang.

Kepada jamaah masjid Dakwah Aipda Liwail Amri menjelaskan bahwa radikalisme dan terorisme dapat menimbulkan dampak buruk bagi Indonesia, antara lain terjadinya teror dan kekerasan yang menimbulkan keresahan bahkan ketakutan dalam masyarakat, bisa juga menimbulkan konflik horizontal maupun vertikal, dapat menyebabkan hilangnya harta benda bahkan nyawa sekalipun, terhambatnya perekonomian masyarakat, dan pada akhirnya bisa menimbulkan disintegrasi bangsa.

Meningkatnya tindakan dan perilaku provokatif yang dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu tentu dapat mengganggu ketertiban umum dan memecah belah persatuan dan kesatuan negara. Banyak hasutan yang dapat membangkitkan kemarahan publik yang didasari oleh intoleransi dan paham radikal.

Dikesempatan itu, personil Polres Sampang memberi penekanan kepada jamaah masjid bahwa saat ini yang menjadi sasaran serangan paham radikalisme dan terorisme adalah pola pikir atau mind set berupa pertarungan ide, paham, gagasan untuk memengaruhi masyarakat khususnya kaum milenial.

Oleh sebab itu, para masyarakat dan jamaah masjid beserta keluarganya harus benar-benar dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial atau Internet, mengingat media sosial dan Internet adalah media yang paling mudah dan murah untuk melakukan serangan dan mempengaruhi mind set masyarakat.

Aipda Liwail Amri juga mengingatkan kepada peserta bahwa Indonesia ini adalah rumah besar bagi semua anak bangsa yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda baik agama, suku, ras dan antar golongan, sehingga tidak boleh ada salah satu pihak yang mengklaim bahwa Indonesia harus menjadi milik agama tertentu, atau suku tertentu atau ras tertentu ataupun golongan tertentu.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *