SAMPANG – Kepolisian Sektor (Polsek) Sampang Kota jajaran Polres Sampang menggelar program unggulan Police Goes to School di SMKN 2 Sampang, Jalan Samsul Arifin, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, pada Rabu pagi (15/07/2026). Kegiatan ini disinergikan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Pembinaan Siswa Baru Tahun Pelajaran 2026/2027.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB di Aula SMKN 2 Sampang ini diikuti oleh 256 siswa-siswi baru dan pengurus OSIS. Turut hadir Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 2 Sampang Moh. Bashori Afnani, S.Pd., Ps. Kanit Binmas Polsek Sampang Kota Aipda Andieka S., Banit Binmas Briptu Afrizal, serta Ps. Kanit Bhabinkamtibmas Aipda Doddy Fitria D, S.H., M.H., yang bertindak sebagai pemateri utama.

Istimewanya, momen MPLS kali ini juga diisi dengan Deklarasi Anti-Rokok Konvensional dan Elektrik di lingkungan sekolah, Gema Interaksi Sekolah di Jawa Timur, serta Penganugerahan SIKAP Awards 2026.

Kapolres Sampang AKBP Hartono, S.Pd., M.M., yang diwakili oleh Kapolsek Sampang Kota Iptu Indarta H., S.H., M.M., menerangkan bahwa program Police Goes to School bertujuan untuk mendekatkan polisi dengan dunia pendidikan, membangun kesadaran hukum sejak dini, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.

“Melalui gerakan MPLS Ramah 2026, polri berkomitmen mengawal lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan maupun kekerasan. Kami ingin menanamkan perilaku positif agar siswa baru tumbuh menjadi pribadi yang jujur, mandiri, disiplin, toleran, serta memiliki integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong,” urai Iptu Indarta H kepada awak media.

Dalam pemaparan materinya, Aipda Doddy Fitria mengupas tuntas mengenai bahaya laten penyalahgunaan narkoba, larangan merokok (no smoking), gerakan anti-perundungan (no bullying), hingga berbagai bentuk kenakalan remaja lainnya.

Kapolsek Sampang Kota berharap dengan adanya edukasi ini, lingkungan sekolah dapat steril dari kasus-kasus pelanggaran hukum yang marak di kalangan remaja seperti aksi tawuran, membolos sekolah, pencurian, pergaulan bebas, dan asusila.

“Kami meminta para siswa untuk menghindari sekecil apa pun pelanggaran hukum dan tata tertib, baik di dalam maupun di luar sekolah, termasuk tertib dalam berlalu lintas. Kami juga mengingatkan generasi muda untuk bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi. Berhati-hatilah dalam menggunakan media sosial, jangan sampai menjadi pelaku ataupun korban dari efek negatif dunia maya,” tegas Kapolsek.

Iptu Indarta menyatakan dukungannya secara penuh terhadap program MPLS dan perwujudan sekolah ramah anak demi mencetak generasi unggul menyongsong Indonesia Emas tahun 2045. Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, lancar, dan tertib.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *