SAMPANG – Polsek Robatal jajaran Polres Sampang Polda Jatim terus memasifkan Program Subuh Keliling (Suling) sebagai langkah strategis untuk mempererat hubungan antara kepolisian dengan warga. Pada Senin (12/10/2026) pukul 04.00 WIB, Kanit Samapta Polsek Robatal AIPTU Hendri melaksanakan kegiatan salat Subuh berjamaah bersama masyarakat di Masjid Baiturrohman, Jalan Raya Jelgung, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.
Mewakili Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., Kapolsek Robatal AKP Budi Purnomo, S.H., menjelaskan kepada awak media bahwa Program Suling yang diinisiasi oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto ini memiliki korelasi yang sangat erat dan berdampak langsung terhadap pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di tingkat wilayah.
“Melalui gerakan ini, pendekatan kepolisian diubah dari yang semula bersifat reaktif (hadir hanya saat ada kasus kriminal) menjadi preventif dan preemtif, yaitu hadir mencegah sebelum kejahatan terjadi. Langkah ini selaras dengan slogan baru Polri di bawah kepemimpinan Bapak Kapolri, yakni ‘Polisi Bersama Masyarakat’,” ujar AKP Budi Purnomo.
Kapolsek Robatal memaparkan beberapa kontribusi nyata dari program Suling ini terhadap stabilitas keamanan di wilayah hukumnya:
- Deteksi Dini Gangguan Keamanan: Melalui dialog informal selepas ibadah, petugas dapat mendengar langsung keluhan warga mengenai masalah lokal secara real-time, seperti potensi konflik antarwarga, peredaran narkoba, hingga indikasi kenakalan remaja sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
- Menekan Kriminalitas di Jam Rawan: Waktu fajar menjelang Subuh merupakan jam rawan tindak pidana seperti Curanmor, Curat, balap liar, atau tawuran. Kehadiran fisik personel kepolisian yang berpatroli ke masjid otomatis mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
- Mengaktifkan Kembali Siskamling: Polisi memanfaatkan momen ini untuk mengedukasi tokoh masyarakat dan perangkat desa agar mengaktifkan kembali ronda malam, memperketat aturan tamu, serta memasang CCTV di titik-titik rawan.
- Menangkal Hoaks dan Provokasi: Sebagai pusat berkumpulnya umat, masjid menjadi sarana efektif bagi Polri untuk meluruskan isu miring, menangkal penyebaran hoaks, serta mengedukasi warga agar bijak bermedia sosial agar tidak mudah terprovokasi.
- Meningkatkan Kepercayaan Publik (Public Trust): Kedekatan emosional tanpa sekat birokrasi membuat warga lebih percaya dan proaktif melapor ke Polsek atau Bhabinkamtibmas apabila melihat hal yang mencurigakan di lingkungan mereka.
Di akhir kegiatan, Polsek Robatal juga menyosialisasikan layanan Call Center 110 yang bebas pulsa dan siaga selama 24 jam penuh untuk melayani pengaduan darurat masyarakat. Selama kegiatan berlangsung, arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau lancar dan situasi Kamtibmas dalam keadaan aman, damai, serta kondusif.
