SAMPANG – Jajaran Polsek Omben Polres Sampang Polda Jatim terus berkomitmen menjaga kondusifitas wilayah melalui pendekatan yang humanis. Pada Senin (12/10/2026) mulai pukul 03.50 WIB hingga selesai, tiga personel Polsek Omben melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling) sekaligus memberikan imbauan Kamtibmas kepada jamaah shalat Subuh di Masjid Al Khairaat, Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ps. Kanit Binmas AIPTU Erwan Wibowo, didampingi Bhabinkamtibmas AIPDA Moch. Gesang, dan Banit SPKT Brigpol Bachtiar Rois Ridho.
Mewakili Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., Kapolsek Omben AKP Sujinarto menjelaskan kepada awak media bahwa Program Subuh Keliling (Suling) yang diinisiasi oleh Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memiliki hubungan yang sangat erat, strategis, dan berdampak langsung terhadap pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di tingkat wilayah.
“Melalui gerakan ini, pendekatan kepolisian diubah dari yang semula bersifat reaktif—hadir hanya saat ada kasus kriminal—menjadi preventif dan preemtif, yaitu hadir mencegah sebelum kejahatan terjadi. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolres Sampang agar seluruh anggota masif turun ke lapangan untuk berinteraksi dengan masyarakat, selaras dengan slogan baru Polri: ‘Polisi Bersama Masyarakat’,” ungkap AKP Sujinarto.
Kapolsek Omben menjabarkan beberapa kontribusi nyata dan korelasi utama program Suling ini terhadap stabilitas keamanan di akar rumput:
- Deteksi Dini Potensi Gangguan Keamanan: Dialog interaktif informal selepas salat Subuh memungkinkan petugas mendengar langsung keluhan warga mengenai masalah lokal secara real-time. Polisi dapat mendeteksi dini isu sensitif seperti konflik antarwarga, narkoba, hingga indikasi kenakalan remaja sebelum berkembang menjadi gangguan besar.
- Menekan Kriminalitas di Jam Rawan: Waktu fajar menjelang Subuh merupakan jam rawan tindak pidana seperti Curanmor, Curat, balap liar, atau tawuran. Kehadiran fisik personel kepolisian di masjid secara otomatis berfungsi sebagai patroli preventif yang mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
- Mengaktifkan Kembali Siskamling: Polisi memanfaatkan momen ini untuk memberikan edukasi Kamtibmas agar tokoh masyarakat dan perangkat desa kembali mengaktifkan ronda malam, memperketat aturan tamu, serta memasang CCTV di titik-titik rawan.
- Menangkal Hoaks dan Provokasi: Sebagai pusat berkumpulnya masyarakat, masjid menjadi sarana efektif bagi Polri untuk meluruskan isu miring, menangkal penyebaran hoaks, dan mengedukasi warga agar bijak bermedia sosial sehingga tidak mudah terprovokasi.
- Meningkatkan Kepercayaan Publik (Public Trust): Hubungan emosional yang erat tanpa sekat birokrasi membuat warga lebih proaktif dan tidak ragu untuk segera melapor ke Polsek atau Bhabinkamtibmas apabila melihat hal mencurigakan di lingkungan mereka.
Di samping menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas, personel Polsek Omben juga menyosialisasikan layanan Call Center 110 yang bebas pulsa dan siap siaga 24 jam untuk melayani aduan darurat masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.
